Hallo
sahabat smartblogger semuanya, kali ini saya akan memposting sebuah
curahan hati sahabat kita yang diambil langsung dari
kisah pribadi dia beberapa waktu silam, sahabat kita ini sengaja
menceritakan kehidupannya diblog ini agar semua sahabat blogger bisa
memetik dan mengambil pelajaran dari hidup dia. langsung ajah kita simak
curahan hatinya diblog ini
Awalnya
aku bertemu dengan dia di sebuah perusahaan marketing, lalu aku
berkenalan dengan dia, semenjak perkenalan itu aku jadi sering ngobrol
bareng dengan dia, tanpa aku sadari di balik obrolan kami itu kami
saling jatuh cinta dan saling suka yah bisa dibilang kami itu cinloklah
(cinta lokasi),
hingga akhirnya kamipun di tugaskan bersama dipekan baru, Riau, setiap hari kami slalu bersama baik itu dalam hal bekerja ataupun berangkat kerja, tapi lama kelamaan kebersamaan kami ini pun menaruh curiga terhadap manajer diperusahaan kami, karena peraturan diperusahaan kami tidak boleh seorangpun pacaran dengan rekan satu kerjaan. karena sang manajer pun sudah mulai curiga, sang manajer langsung bertanya kepada kami berdua, kalian berdua pacaran yah ???, dan kami pun menjawabnya, tidak pak kami tidak pacaran kok, tapi tetap saja sang manajer curiga terhadap kami, dan kami pun dipisah kerjanya, tapi entah kenapa keputusan sang manajer itu tidak sejalan dengan apa yang kami rasakan, aku gak tau kenapa aku dengan dia serasa tidak mau berpisah kami pengen slalu bersama-sama, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk kabur atau melarikan diri dari tempat kami bekerja tanpa mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu, karena kami sudah tidak bekerja lagi kami berdua memutuskan untuk pulang kampung bersama, dan di malam tahun baru kemaren kami berjanji untuk slalu bersama baik suka maupun duka, tapi dibalik janji suci kami, kami banyak mengalami rintangan dan tantangan yang menghalangi perjalanan cinta kami, salah satunya adalah orang tua aku tidak setuju kalau aku pacaran dengan dia alasan orang tua aku tidak setuju terhadap hubungan kami adalah karena sebuah perbedaan agama, tapi karena keyakinanku terhadap dia akupun sampai tega dan rela menentang keputusan keluarga aku, aku menentang mereka karena aku punya alasan sendiri buat mempertahankan hubungan ini, alasan aku adalah kalau aku tetap bersama dia, dia akan ikut dengan agama aku. walaupun aku sudah memberikan alasan itu tapi tetap saja orang tua aku tidak setuju dengan keputusan aku, namanya juga aku sudah terlanjur cinta dengan dia apapun akan aku lakukan untuk dia termasuk lari dari rumah orang tua aku, karena ketekatanku untuk pergi jauh dari rumah, kami berdua memutuskan untuk tinggal bersama di pekan baru riau, di sana kami berjuang bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup kami berdua, sampai-sampai kami tidur di jalanan, makan kangkung cuman di rebus aja, moment-moment itu kami lewatin bersama, dan hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk menuju kejenjang yang lebih serius lagi yaitu pernikahan, karena ketulusan dan tekat aku mencintai dia aku rela mengorbankan segalanya untuk dia baik itu keluarga aku, dan agama aku, tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama setelah kami menikah gak tau kenapa perubahanpun banyak terjadi pada diri dia, dia mulai suka marah-marah gak jelas terhadap aku, bahkan dia tega memukul aku, tapi aku tetap sabar menghadapi dia dan aku akan tetap mempertahankan rumah tangga aku sampai kapanpun, setelah sebulan kami menikah akupun hamil, tapi kehamilan aku ini bukannya disambut bahagia sama dia justru dia meyuruh aku untuk menggugurkan isi kandungan aku, tapi aku menolaknya, semakin hari rumah tangga kami bukan semakin membaik justru rumah tangga kami semakin buruk, hampir setiap hari kami berantem terus slalu ajah ada yang dipermasalahkan dia, 9 bulan kemudian aku melahirkan seorang putri kembar yang sangat lucu dan cantik, aku gak tau apa yang ada difikiran dia, apa dia itu senang atau sebaliknya aku gak tau, seminggu kemudian aku pulang dari rumah sakit tempat aku bersalin, tanpa sengaja aku melihat dia selingkuh dengan wanita lain yang bukan istrinya, disitu aku langsung marah dan memergoki dia, aku bertanya baik-baik, eh dia malah medorong aku hingga aku terjatuh, pada malam harinya kami bertengkar dengan hebatnya, dia minta bercerai dengan aku, tp aku menolaknya aku masih mau mempertahankan rumah tangga aku, tapi perjuanganku untuk mempertahankan rumah tangga ini sia-sia aku telah gagal mempertahankannya, dia lebih memilih untuk meninggalkanku dan lebih memilih perempuan itu ketimbang keluarganya sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk merantau ke batam bersama kedua putriku, disitu aku berjuang sendiri untuk menafkahi kehidupanku dan kedua putri aku, dan pada akhirnya aku tidak pernah lagi melihatnya sampai putri aku berusia 2thn 4 bln, semoga sahabat blogger semua bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas, pesan saya janganlah kalian mau mengorbankan segalanya hanya karena cinta, karena cinta gak selamanya abadi, karena didunia ini tidak ada yang abadi.
hingga akhirnya kamipun di tugaskan bersama dipekan baru, Riau, setiap hari kami slalu bersama baik itu dalam hal bekerja ataupun berangkat kerja, tapi lama kelamaan kebersamaan kami ini pun menaruh curiga terhadap manajer diperusahaan kami, karena peraturan diperusahaan kami tidak boleh seorangpun pacaran dengan rekan satu kerjaan. karena sang manajer pun sudah mulai curiga, sang manajer langsung bertanya kepada kami berdua, kalian berdua pacaran yah ???, dan kami pun menjawabnya, tidak pak kami tidak pacaran kok, tapi tetap saja sang manajer curiga terhadap kami, dan kami pun dipisah kerjanya, tapi entah kenapa keputusan sang manajer itu tidak sejalan dengan apa yang kami rasakan, aku gak tau kenapa aku dengan dia serasa tidak mau berpisah kami pengen slalu bersama-sama, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk kabur atau melarikan diri dari tempat kami bekerja tanpa mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu, karena kami sudah tidak bekerja lagi kami berdua memutuskan untuk pulang kampung bersama, dan di malam tahun baru kemaren kami berjanji untuk slalu bersama baik suka maupun duka, tapi dibalik janji suci kami, kami banyak mengalami rintangan dan tantangan yang menghalangi perjalanan cinta kami, salah satunya adalah orang tua aku tidak setuju kalau aku pacaran dengan dia alasan orang tua aku tidak setuju terhadap hubungan kami adalah karena sebuah perbedaan agama, tapi karena keyakinanku terhadap dia akupun sampai tega dan rela menentang keputusan keluarga aku, aku menentang mereka karena aku punya alasan sendiri buat mempertahankan hubungan ini, alasan aku adalah kalau aku tetap bersama dia, dia akan ikut dengan agama aku. walaupun aku sudah memberikan alasan itu tapi tetap saja orang tua aku tidak setuju dengan keputusan aku, namanya juga aku sudah terlanjur cinta dengan dia apapun akan aku lakukan untuk dia termasuk lari dari rumah orang tua aku, karena ketekatanku untuk pergi jauh dari rumah, kami berdua memutuskan untuk tinggal bersama di pekan baru riau, di sana kami berjuang bersama untuk memenuhi kebutuhan hidup kami berdua, sampai-sampai kami tidur di jalanan, makan kangkung cuman di rebus aja, moment-moment itu kami lewatin bersama, dan hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk menuju kejenjang yang lebih serius lagi yaitu pernikahan, karena ketulusan dan tekat aku mencintai dia aku rela mengorbankan segalanya untuk dia baik itu keluarga aku, dan agama aku, tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama setelah kami menikah gak tau kenapa perubahanpun banyak terjadi pada diri dia, dia mulai suka marah-marah gak jelas terhadap aku, bahkan dia tega memukul aku, tapi aku tetap sabar menghadapi dia dan aku akan tetap mempertahankan rumah tangga aku sampai kapanpun, setelah sebulan kami menikah akupun hamil, tapi kehamilan aku ini bukannya disambut bahagia sama dia justru dia meyuruh aku untuk menggugurkan isi kandungan aku, tapi aku menolaknya, semakin hari rumah tangga kami bukan semakin membaik justru rumah tangga kami semakin buruk, hampir setiap hari kami berantem terus slalu ajah ada yang dipermasalahkan dia, 9 bulan kemudian aku melahirkan seorang putri kembar yang sangat lucu dan cantik, aku gak tau apa yang ada difikiran dia, apa dia itu senang atau sebaliknya aku gak tau, seminggu kemudian aku pulang dari rumah sakit tempat aku bersalin, tanpa sengaja aku melihat dia selingkuh dengan wanita lain yang bukan istrinya, disitu aku langsung marah dan memergoki dia, aku bertanya baik-baik, eh dia malah medorong aku hingga aku terjatuh, pada malam harinya kami bertengkar dengan hebatnya, dia minta bercerai dengan aku, tp aku menolaknya aku masih mau mempertahankan rumah tangga aku, tapi perjuanganku untuk mempertahankan rumah tangga ini sia-sia aku telah gagal mempertahankannya, dia lebih memilih untuk meninggalkanku dan lebih memilih perempuan itu ketimbang keluarganya sendiri, akhirnya aku memutuskan untuk merantau ke batam bersama kedua putriku, disitu aku berjuang sendiri untuk menafkahi kehidupanku dan kedua putri aku, dan pada akhirnya aku tidak pernah lagi melihatnya sampai putri aku berusia 2thn 4 bln, semoga sahabat blogger semua bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas, pesan saya janganlah kalian mau mengorbankan segalanya hanya karena cinta, karena cinta gak selamanya abadi, karena didunia ini tidak ada yang abadi.
sekian dulu postingan dari saya, sampai ketemu lagi dipostingan curahatan hati sahabat blogger selanjutnya.
wassalam.
No comments:
Post a Comment