Serangan teroris yang menyerang paris pada hari jumat tanggal 14 november 2015 waktu setempat mengundang kecaman keras pemerintah indonesia. pemerintah indonesia mengecam keras aksi teror tersebut karena teror tersebut merupakan tindakan kejahatan yang tidak dapat ditoleransi lagi. Kepala pemerintahan negara republik indonesia, Bapak Ir Jokowi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas terjadinya teror tersebut. ia mengajak dunia untuk memerangi teroris bersama-sama. kejadian teror tersebut bermula ketika Sekelompok penyerang menyerbu gedung konser Bataclan tempat band asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal, bermain di depan penonton yang penuh sesak. Mereka memberondongkan senjata dan melempar bahan peledak.
Para pelaku juga menyandera sejumlah orang di lokasi kejadian. kepolisian prancis menyatakan setidaknya 100 orang tewas dalam kejadian tersebut. teror juga terjadi diluar stadion sepak bola. sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi disana, kami sangat shock dan terguncang kata pelatih jerman Joachim Loew. Korban diduga meninggal karena tembakan dari senjata jenis AK47 dan ledakan granat tangan. Lantaran teror yang menguncang Kota Paris itu, jaringan televisi France 24 menyebutkan, Presiden Francois Holande yang tengah menyaksikan pertandingan di Stade de France telah dibawa keluar dari stadion ke tempat yang aman. Seorang saksi mengatakan ia mendengar suara tembakan saat sedang berjalan di sebuah jalan di Distrik 10 Paris, tak jauh dari Place de La Republique. Ketika ia tiba di luar sebuah restoran ia melihat orang yang tewas di tanah. Saya melihat 3 mayat yang dimasukkan ke dalam kantong mayat," kata Fabien Baron, seorang mahasiswa. polisi kini telah tiba dan menutup lokasi

No comments:
Post a Comment