Ini sebuah kisah yang diangkat dari pulau jawa, percaya dan gak percaya sih sama cerita ini, tapi semua itu terserah kepada sahabat semua, intinya kita harus tetep mendekatkan diri kepada sang maha pencipta.
yuk kita simak artikelnya..
Perkenalkan nama saya cecep suryana saya tinggal didaerah situraja kabupaten sumedang, profesi saya sehari-hari pegawai negeri sipil di salah satu pemkot di sumedang, sementara orang tua saya profesinya sebagai kades (kepala desa) dikampung saya. sebagai kades dikampung saya, orang tua saya disegani dikampung dan penduduk didesa saya suka terhadap kepemimpinan ayah saya, disamping orangnya ganteng ayah saya membela sekali sama penduduk didesa saya, kebutuhan swasembada telah terpenuhi, keamanan dikampung saya cukup terjaga dan aman, penduduknya juga makmur walaupun tidak kaya. tapi desa saya tiba-tiba berubah menjadi desa yang menyeramkan dan mencekam, tidak ada penduduk yang berkeliaran malam-malam dan padi yang siap
dipanen menjadi gagal panen karena tiba-tiba kemarau panjang menerpa desa kami, semua penduduk heran atas kejadian ini termasuk saya dan ayah saya, kami mencari tau apa sebabnya tapi tetap juga tidak menemukan penyebabnya, hingga suatu hari ayah saya mendatangkan seorang paranormal yang bisa dikatakan cukup sakti didesa saya, beliau melakukan ritual dengan dilengkapi sesaji yang digunakan untuk melaksanakan ritualnya. akhirnya sang paranormal menceritakan apa yang telah terjadi didesa saya. menurut si paranormal sebelum kejadian ini ada penduduk warga yang meninggal setelah membunuh siluman ular betina dengan dihiasi kulitnya berwarna emas. kemudian saya, dan wargapun teringat kalau ada seorang penduduk kampung yang baru meninggal karena menderita penyakit aneh namanya mang ukin, sewaktu masa hidup mang ukin, mang ukin sering keladang miliknya, beberapa hari yang lalu mang ukin pergi keladang untuk mengontrol ladangnya, tidak berapa lama mang ukin melihat ular bersisik emas dengan posisi siap menerkam kang ukin, melihat hal itu kang ukinpun menebaskan goloknya ke badan ular tersebut, dan ular itu terbelah menjadi dua, wangi semerbak harumpun tiba-tiba tercium dari ular itu, mendadak kepala kang ukin pusing dan badan sempoyongan, mandapati hal ini kang ukin pun duduk diatas tanah yang rimbun, melihat kejadian ini kang ukin teringat kalau dia baru saja membunuh siluman ular, dia berinisiatif untuk menguburkan bangkai siluman ular itu didekat ladangnya, setelah tubuh kang ukin kembali normal kang ukin menguburkan bangkai siluman ular tersebut, tiba-tiba aroma yang semerbak wangi tadi berubah menjadi bau busuk yang sangat menyengat, kepala kang ukin kembali pusing, dan tubuh sempoyongan, kang ukin pun langsung meninggalkan ladang dan langsung pulang kerumah. sesampai dirumah tubuh kang ukin mendadak panas wajah membiru, serta tidak berdaya, melihat hal itu pihak keluarga berniat ingin membawanya kerumah sakit, tapi setiap penduduk dikampung yang ingin kerumah sakit harus melalui surat ayah saya. kebetulan ayah saya lagi pergi keluar kota karena ada pertemuan dengan anggota dewan. malang nasib kang ukin sebelum ayah saya pulang kang ukin sudah keburu dipanggil sama yang maha kuasa. tubuh kang ukin membiru dan aroma bau busukpun tercium dari tubuh kang ukin, ketika ayah saya pulang dari luar kota jenazah kang ukin sudah dikebumikan karena bau busuk yang sangat menyengat.
malam pertama kang ukin meninggal kejadian aneh mulai terjadi dikampung saya, pada malam pertama hujan turun dengan lebatnya tapi anehnya bukan air hujan yang turun melainkan batu es yang turun, saya dan ayah saya cuman bisa terdiam dan tercengang menyaksikan keanehan yang terjadi pada malam itu. pada hari kedua kang ukin meninggal banyak suara-suara aneh yang terdengar seperti suara ular yang mendesah, penasaran dengan hal itu saya dan ayah saya mengintip dari balik jendela, betapa terkejutnya kami melihat ribuan ular sedang berkelahi antara satu sama lainnya dan diantara ribuan ular itu terdapat ular jantan yang amat menyeramkan dan memakai mahkota dikepalanya, diduga ular itu merupakan raja dari ribuan ular tersebut, melihat kejadian itu saya mendadak pingsan, setelah saya siuman saya melihat dihadapan saya sesosok lelaki ganteng dengan memakai jubah putih. beliau mengatakan kalau dia sedang mencari istinya yang hilang beberapa waktu yang lalu karena dibunuh oleh penduduk sini. sepontan saya menceritakan kejadian barusan kepada ayah saya, akhirnya ayah saya mengumpulkan seluruh penduduk untuk melaksanakan rapat terbatas guna menyelesaikan permasalahan ini, akhirnya penduduk sepakat untuk membongkar kuburan bangkai siluman ular tersebut, betapa kagetnya kami, melihat bangkai ular tersebut tubuhnya sudah tidak terbelah dua lagi melainkan sudah bersatu kembali dan aroma semerbak wangi menyelimuti kami. kemudian bangkai siluman ular itu kami kehadapan sang paranormal, kemudian sang paranormal melakukan ritualnya untuk menghentikan keanehan dikampung saya, bangkai ular tersebut disirami dengan air kembang yang sudah disyaratin oleh siparanormal, kemudian bangkai ular tersebuat dibuang kelaut, semenjak ritual pembuangan bangkai ular kelaut mendadak desa saya berubah seperti dulu, tidak ada lagi keanehan-keanehan yang terjadi, penduduk desapun akhirnya bisa hidup rukun dan damai.
nah dari artikel diatas bisa kami simpulkan bahwa makhluk gaib itu memiliki habitat yang sama seperti manusia, mereka tidak ingin habitatnya diganggu oleh manusia, karena antara alam kita dengan mereka sudah berbeda dan kita dituntut untuk saling menjaga satu sama lainnya, agar terciptanya hubungan yang harmonis. dan yang paling penting slalu mendekatkan diri kepada sang pencipta.
okeh sampai disini dulu arikel kami, semoga artikel kami bermanfaat dan berguna buat sahabat semua,
wassalam.

No comments:
Post a Comment