SELAMAT DATANG DI DUNIA SMARTBLOGGER90, BUAT KAMU YANG INGIN MENJADI PENULIS DIBLOG INI DAPAT MENGHUBUNGI SAYA DI NOMOR HANDPHONE : 0823 1232 3299, ATAU MELALUI E-MAIL SAYA : karikaturvb@gmail.com. TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Friday, 12 August 2016

KEIMANAN YANG MENGUNTUNGKAN DAN MERUGIKAN

Jika anda seorang pedagang dimana modal anda sebanyak lima ratus ribu rupiah, lalu dalam sebulan ternyata uang anda menjadi satu juta rupiah, ini berarti anda mendapatkan keuntungan. saya yakin anda merasa bahwa perdagangan anda tersebut menguntungkan. dan saya menduga bahwa anda merasa bahagia karenanya. kesimpulan sederhana yang bisa kita ambil dari hal ini adalah bahwa perkara yang menguntungkan itu membahagiakan. terlebih jika keuntungan itu dalam jumlah yang besar. demikianlah fakta sebuah tabiat manusia, merasa gembira dan bahagia ketika keuntungan dunia berhasil diperolehnya. bagaimana halnya bila seseorang berhasil meraih keuntungan bukan hanya didunia saja namun juga diakhirat yang merupakan kehidupannya sesungguhnya ?? tentu, ini adalah kegembiraan dan kebahagian di atas kegembiraan dan kebahagiaan. apa kuncinya untuk mendapatkan hal tersebut ?? keimanan itulah kunci untuk mendapatkan keuntungan didunia dan akhirat.
Bergembiralah..!!!

Bila anda termasuk orang yang beriman niscaya anda merasa senang dan gembira dengan apa yang allah kabarkan ini. karena ini merupakan bagian dari karunianya yang agung. Allah berfirman : "Katakanlah dengan kurnia allah dan rahmatnya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus:58)
Namun, keimanan yang bagaimanakah yang menguntungkan pelakunya ?? pertanyaan ini muncul karena kita dapati didalam Al-Qur'an disebutkan beberapa model keimanan yang berpotensi merugikan pelakunya. tiga model keimanan yang demikian ini sebagai contohnya adalah : pertama, keimanan orang munafik, kedua, keimanan orang musyrik, dan ketiga keimanan fir'aun. mereka beriman namun keimanan mereka tidak mengantarkan kepada keberuntungan.
Keimanan yang menguntungkan pelakunya adalah sebagaimana tergambarkan dalam beberapa keadaan.
Keimanan yang teguh sepanjang hayat mengantarkannya kepada keberuntungan yang dijanjikannya berupa Allah menjadi pelindungnya, ia dimasukkan kedalam surganya dan allah berikan kepadanya apa yang diinginkan dan dimintanya.
Keimanan yang terbukti yakni keimanan yang dibuktikan dengan benar. dengan melakukan amal shaleh yang disyariatkan dan mninggalkan perkara yang terlarang yang dilakukan secara ikhlas karena allah sebagai bukti nyata atas kebenaran imannya.
Keimanan yang murni, yakni keimanan yang tidak tercampuri oleh kesyirikan, jadi keimanan yang menguntungkan itu adalah keimanan yang mantap sepanjang hayat hingga ajal tiba, terukti dan tidak dicampuri oleh keraguan dan kesyirikan sedikitpun.

No comments:

Post a Comment